
Ross Brawn(55),siapa yg belum tahu?Dialah bos dari tim F1 Brawn GP,tim debutan yg langsung menjadi juara dunia konstruktor dan pembalap F1 2009 lewat Jenson Button.Terlepas dari segala hiruk pikuk regulasi baru yg tidak saya mengerti,kemunculan Brawn GP sebagai debutan benar-benar membuat tim-tim elit F1 kelimpungan.
Yup,dalam situasi kritis,akan lahir orang-orang besar.Seperti halnya pakde yg satu ini.Bos tim yg dulunya berbendera Honda-namun akhirnya mundur akibat krisis keuangan global-selalu meyakinkan ratusan kru yg ketar ketir akan masa depannya agar tetap bekerja seperti biasa,bukannya frustasi trus emosi dan lari dari kenyataan bahwa timnya akan hilang ditelan bumi.Hasilnya,gelar juara pun dapat diraih.Top kan?
Sebelum menjadi bos,berikut silsilah kariernya:
-1970-an,menekuni studi instrumentasi dan magang di Atomic Energy Research Establishment,Oxfordshire
-1976,operator mesin pembentuk plat(milling machine)di tim F1 March Engineering
-1978-1989an,bergabung di tim F1 Williams,dari tukang plat hingga menjadi ahli aerodinamika,sempat mampir di tim F1 Lola dan Arrows.
-1989,direkrut Jaguar untuk balap mobil sport.Sukses mendesain Jaguar XJR-14 yg menjadi juara dunia 1991
-akhir 1991,menjadi direktur teknik tim F1 Benetton,menjadikan M.Schumacher juara dunia 94,95,dan juara konstruktor 95.
-1996,bersama M.Schumacher bergabung dengan Ferrari,menjadikan tim yg kelas dua menjadi tim kelas wahid..
Setelah itu saya tidak tahu.Sumber beritanya terpotong..
Intinya,hanya ada 2 kemungkinan dari organisasi yg mengalami krisis hebat:hancur lebur tersapu arus perubahan atau bertahan hidup untuk lahir kembali sebagai entitas baru yg lebih hebat.Seperti pakde Ross Brawn dengan Brawn GP-nya.
Ditulis kembali dari sebuah potongan koran Kompas bekas bungkus pecel ndeso,di artikel Sosok oleh A.Tomy Trinugroho.Diphoto dengan SE k630i.


